Sejarah Pengadilan

"Untuk mengenal lebih dekat tentang Pengadilan Agama Badung berikut kami sajikan secara singkat Profil Pengadilan Agama Badung."

Pengadilan Agama Badung adalah pengadilan tingkat pertama dalam wilayah Pengadilan Tinggi Agama Mataram di bawah Mahkamah Agung Republik Indonesia. Pengadilan Agama Badung berdiri pada tanggal 16 September 1998 berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 145 Tahun 1998 (klik di sini),sebagai konsekuensi permekaran wilayah di Propinsi Bali pada tahun 1992 yang sebelumnya Pengadilan Agama Denpasar mewilayahi yuridiksi Kabupaten Badung dan Kota Denpasar. Dengan adanya pemekaran tersebut, maka Pengadilan Agama Denpasar mewilayahi Kota Denpasar sedangkan Pengadilan Agama Badung mewilayahi Kabupaten Badung yang terdiri dan 6 Kecamatan (16 Kelurahan dan 46 Desa).

Pada waktu Pengadilan Agama Badung diresmikan yang menjabat Ketua Pengadilan Tinggi Agama Mataram Adalah Drs. H. Cholilul Rahman, SH. Beliau sekaligus membidani lahirnya Pengadilan Agama Badung yang bersamaan pula dengan berdirinya Pengadilan Agama Giri Menang Provinsi Nusa Tenggara Barat.

I. KEADAAN KARYAWAN PENGADILAN AGAMA BADUNG.

Saat ini personil Pengadilan Agama Badung berjumlah 25 orang, yaitu terdiri dari 6 orang Hakim (termasuk Ketua dan Wakil Ketua), 11 orang Pegawai (termasuk Pejabat Kesekretariatan dan Kepaniteraan serta Calon Pegawai Negeri Sipil), dan 8 orang PPNPN (Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri Sipil).

Yang pertama kali menjabat Ketua Pengadilan Agama Badung adalah Bapak Drs. Asep Imaduddin, akan tetapi tidak lama kemudian beliau mernilih pindah dan menjadi Hakim di Pengadilan Agama Cianjur, kemudian pimpinan Pengadilan Agama Badung dipimpin oleh Wakil Ketua ketika itu yaitu Bapak Drs. H. Ahmad Shiddiq yang kemudian digantikan oleh Bapak Drs. H. Cecep Habibullah, SH. dan selanjutnya digantikan oleh Drs. H. KT. Madhuddin Djamal, SH MM. lalu dilanjutkan oleh Drs. Moh. Hifni, MA., dan selanjutnya digantikan oleh Khairil, S.Ag. dan terakhir H. Husnul Muhyidin, S.Ag.

Saat ini jabatan Ketua Pengadilan Agama Badung dipegang oleh Bapak Awaluddin, S.H.I., M.H. yang merupakan ketua kesepuluh sejak Pengadilan Agama Badung berdiri, yang sebelumnya beliau menjabat sebagai Ketua Pengadilan Agama Giri Menang, posisi Wakil Ketua untuk saat ini dijabat oleh Ummu Hafizhah, S.H.I., S.E., M.A. menggantikan wakil ketua sebelumnya Subiyanto Nugroho, S.H.I., S.Pd.Si. Adapun jabatan Panitera saat ini dijabat oleh Ramli, S.H., M.H. dan Sekretaris dijabat oleh Alik Rohadi, S.H., M.H.

II. KEADAAN PERKARA

Setelah Pengadilan Agama Badung diresmikan, jumlah perkara di Pengadilan Agama Badung dan tahun ke tahun selalu meningkat, kecuali pada saat setelah terjadinya Bom Bali I dan II jumlah perkara sedikit menurun. Sebagian besar pencari keadilan di Pengadilan Agama Badung adalah pendatang dan Jawa, Sumatra, NTB dan lainnya juga Warga Negara Asing yang mencari peningkatan taraf hidup di Bali, dengan adanya Bom Bali tersebut sangat mengganggu stabilitas di Bali termasuk sektor ekonomi sehingga banyak pendatang yang hengkang dan Bali. Namun sekarang secara berangsur-angsur kondisi Bali telah pulih kembali sehingga berdampak pada masuknya perkara di Pengadilan Agama Badung.

Karakteristik perkara yang masuk di Pengadilan Agama Badung cukup variatif bahkan cenderung dinamis, hal ini disebabkan kondisi masyarakat di Kabupaten Badung yang Heterogen. Dimaksudkan dengan bervariatif dinamis, perkarra pada umumnya komulatif terdiri dan perkara cerai yang digabung dengan hadlonah dan harta bersama yang rata-rata dengan menggunakan jasa Pengacara baik dan Bali maupun dan luar Bali seperti Surabaya, Jakarta dan lain-lain, Demikian halnya banyak pula perkara yang Banding dan Kasasi.


Keunikan dari Pengadilan Agama Badung adalah pencari keadilan selain dan aneka suku bangsa yang ada di Indonesia tetapi juga dari bangsa-bangsa yang ada di dunia, misalnya Australia, Amerika, Inggris, Jepang, Mesir dan lain-lain. Hal ini disebabkan karena letak Pengadilan Agama Badung ada di daerah pariwisata yang menjadi kunjungan wisatawan manca negara, sehingga banyak warga negara asing yang menyelesaikan sengketa dan mencari keadilan di Pengadilan Agama Badung, selama ini kurang lebih 12-15% pencari keadilan adalah Warga Negara Asing.

III. GEDUNG PENGADILAN AGAMA BADUNG

Gedung Pengadilan Agama Badung yang baru dibangun cukup mentereng dan gagah berlantai 2 (dua) dengan gapura berarsitektur khas Bali yang indah di Jalan Raya Sempidi No. 1 Mengwi Kabupaten Badung Bali. Letak gedung Pengadilan Agama Badung adalah sangat strategis karena terletak di jalan Raya Sempidi tidak jauh jaraknya dengan Gedung Pengadilan Agama Denpasar dan berdekatan pusat pemerintahan Kabupaten Badung. Selain itu, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai juga berlokasi di Kabupaten Badung merupakan pintu masuk utama menuju Pengadilan Agama Badung.

IV. LAIN-LAIN

Karena di Bali belum ada Pengadilan Tinggi Agama (yang saat ini masih diperjuangkan untuk pendirian Pengadilan Tinggi Agama Bali dalam Rancangan Undang-Undang di DPR), maka Pengadilan Agama Badung sebagai penyangga bila ada kegiatan-kegiatan Pengadilan Tinggi Agama Mataram yang dilaksanakan di Bali dengan berkoordinasi baik dengan Pengadilan Agama Denpasar maupun dengan Pengadilan Tinggi Denpasar dan peradilan lain yang berada di wilayah Denpasar.