Prosedur Pengambilan Produk Pengadilan

PROSEDUR PENGAMBILAN PRODUK

PENGADILAN AGAMA BADUNG 

(AKTA CERAI, SALINAN PUTUSAN, SALINAN PENETAPAN)

 

Dalam setiap perkara yang diajukan, pasti terdapat hasil. Entah hasil tersebut berupa kesimpulan, maupun yang lainnya. Yang dimaksud dengan hasil di sini adalah produk yang dihasilkan setelah adanya tanggapan dari pengadilan sebagai umpan balik dari pengajuan perkara.

Produk pengadilan sendiri bermacam-macam. Meskipun secara garis besar terbagi menjadi dua, yakni putusan dan penetapan, sebagaimana yang disebutkan oleh undang-undang.

Akta cerai merupakan akta otentik yang dikeluarkan oleh pengadilan agama sebagai bukti telah terjadi perceraian. Akta cerai bisa diterbitkan jika gugatan dikabulkan oleh majelis hakim dan perkara tersebut telah memperoleh kekuatan hukum tetap (inkracht). Perkara dikatakan telah berkekuatan hukum tetap jika dalam waktu 14 hari sejak putusan dibacakan (dalam hal para pihak hadir), salah satu atau para pihak tidak mengajukan upaya hukum banding. Dalam hal pihak tidak hadir, maka perkara baru inkracht terhitung 14 hari sejak Pemberitahuan Isi Putusan disampaikan kepada pihak yang tidak hadir dan yang bersangkutan tidak melakukan upaya hukum banding (putusan kontradiktoir) atau verzet (putusan verstek).

Syarat Pengambilan Produk Pengadilan : 

 1. Menyerahkan nomor perkara yang dimaksud;
 2. Memperlihatkan KTP Asli dan Menyerahkan Fotocopynya;
 3.

Membayar Penerimaan Negara Bukan Pajak(PNBP) sebesar Rp.10.000,- (Sepuluh ribu Rupiah) untuk Akta Cerai dan Biaya Salinan Putusan/Penetapan @Rp.500 per Lembar;

 4.

 Apabila pengambilan dikuasakan:

a. Fotocopy KTP Pemberi dan Penerima Kuasa;

b. Menyerahkan Surat Kuasa;