Get Adobe Flash player

Gedung Baru Pengadilan Agama Badung

Untuk mengenal lebih dekat tentang Pengadilan Agama Badung berikut kami sajikan secara singkat Profil tentang Pengadilan Agama Badung.

Pengadilan Agama Badung termasuk Pengadilan Agama dalam wilayah Pengadilan Tinggi Agama Mataram. Pengadilan Agama Badung diresmikan pada bulan April 1999 sebagai konsekwensi dan permekaran wilayah di Propinsi Bali pada tahun 1992 yang sebelumnya Pengadilan Agama Denpasar mewilayahi yuridiksi Kabupaten Badung dan Kota Denpasar. Dengan adanya pemekaran tersebut, maka Pengadilan Agama Denpasar mewilayahi Kota Denpasar sedangkan Pengadilan Agama Badung mewilayahi Kabupaten Badung yang terdiri dan 6 Kecamatan (16 Kelurahan dan 46 Desa).

Pada waktu Pengadilan Agama Badung diresmikan yang menjabat Ketua Pengadilan Tinggi Agama Mataram Adalah Drs. H. Cholilul Rahman, SH. Beliau sekaligus membidani lahirnya Pengadilan Agama Badung yang bersamaan pula dengan berdirinya Pengadilan Agama Giri Menang Propinsi Nusa Tenggara Barat.

I. KEADAAN KARYAWAN PENGADILAN AGAMA BADUNG.

Saat ini personil Pengadilan Agama Badung berjumlah 35 orang (yaitu terdiri dari 8 orang Hakim (Termasuk Ketua dan Wakil Ketua), 18 Pegawai, dan 9 Orang Tenaga Honorer.)

Yang perlama kali menjabat Ketua Pengadilan Agama Badung adalah Bapak Drs. Asep Imaduddin, akan tetapi tidak lama kemudian beliau mernilih pindah dan menjadi Hakim di Pengadilan Agama Cianjur, kemudian pimpinan Pengadilan Agama Badung dipimpin oleh Wakil Ketua ketika itu yaitu Bapak Drs. H. Ahmad Shiddiq yang kemudian digantikan oleh Bapak Drs. H. Cecep Habibullah, SH. dan selanjutnya digantikan oleh Drs. H. KT. Madhuddin Djamal, SH MM.

Saat ini jabatan Ketua Pengadilan Agama Badung dipegang oleh Bapak Drs. Moh. Hifni, MA yang merupakan Ketua Kelima sejak Pengadilan Agama Badung berdiri, yang sebelumnya beliau menjabat sebagai  Ketua Pengadilan Agama Bangli, sebagai wakilnya dijabat oleh Ibu Baiq Halkiyah, S.Ag., sedang Panitera/Sekretaris  dijabat oleh Mursal, SH.

II. KEADAAN PERKARA

Setelah Pengadilan Agama Badung diresmikan, jumlah perkara di Pengadilan Agama Badung dan tahun ke tahun selalu meningkat, kecuali pada saat setelah terjadinya Bom Bali I dan II jumlah perkara sedikit menurun. Sebagian besar pencari keadilan di Pengadilan Agama Badung adalah pendatang dan Jawa, Sumatra, NTB dan lainnya juga Warga Negara Asing yang mencari peningkatan taraf hidup di Bali, dengan adanya Bom Bali tersebut sangat mengganggu stabilitas di Bali termasuk sektor ekonomi sehingga banyak pendatang yang hengkang dan Bali. Namun sekarang secara berangsur-angsur kondisi Bali telah pulih kembali sehingga berdampak pada masuknya perkara di Pengadilan Agama Badung.

Karakteristik perkara yang masuk di Pengadilan Agama Badung cukup variatif bahkan cenderung dinamis, hal ini disebabkan kondisi masyarakat di Kabupaten Badung yang Heterogen. Dimaksudkan dengan bervariatif dinamis, perkarra pada umumnya komulatif terdiri dan perkara cerai yang digabung dengan hadlonah dan harta bersama yang rata-rata dengan menggunakan jasa Pengacara baik dan Bali maupun dan luar Bali seperti Surabaya, Jakarta dan lain-lain, Demikian halnya banyak pula perkara yang Banding dan Kasasi.
Yang unik dan Pengadilan Agama Badung adalah pencari Keadilan selain dan aneka suku bangsa yang ada di Indonesia tetapi juga dai Bangsa-bangsa yang ada di Dunia, misalnya Australia, Amerika, Inggris, Jepang dan lain-lain. Karena letak Pengadilan Agama Badung ada di daerah Pariwisata yang menjadi kunjungan wisatawan mancanegara, sehingga banyak WNA yang menyelesaikan sengketa dan mencari keadilan di Pengadilan Agama Badung, selama ini sekitar 20 % pencari keadilan adalah Warga Negara Asing.

III. GEDUNG PENGADILAN AGAMA BADUNG

Gedung Pengadilan Agama Badung yang baru dibangun cukup mentereng dan gagah berlantai 2 (dua) dengan pagar berarsitektur style Bali yang indah di Jalan Raya Sempidi No. 1 Mengwi Kabupaten Badung Bali.

Letak gedung Pengadilan Agama Badung adalah sangat strategis karena terletak di jalan Raya Sempidi tidak jauh jaraknya dengan Gedung Pengadilan Agama Denpasar dan berdekatan pusat pemerintahankabupaten Badung.

IV. LAIN-LAIN

Karena di Bali belum ada Pengadilan Tinggi Agama (yang saat ini masih diperjuangkan untuk pendirian Pengadilan Tinggi Agama di Bali), maka Pengadilan Agama Badung sebagai penyangga bila ada kegiatan-kegiatan Pengadilan Tinggi Agama Mataram yang dilaksanakan di Bali dengan berkoordinasi baik dengan Pengadilan Agama Denpasar maupun dengan Pengadilan Tinggi Denpasar dan peradilan lain yang berada di wilayah Denpasar.